Sabtu, 14 September 2013

untuk sang bintang ^^

bismillah..

bintang . salah satu benda langit yang sangat indah menurutku. benda langit yang dapat memancarkan cahayanya sendiri tanpa bantuan atau mengambil sinar matahari. kecil memang, tetapi sangat indah karena dapat berkerlap-kerlip di indahnya malam. kedatangannya selalu ditunggu-tunggu ketika malam tiba. jumlahnya yang milyaran membuat semakin mengagumi ciptaan sang Khalik yang satu ini :)

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).

ah, aku memang sangat menyukai bintang. bagiku bintang bukan hanya sekedar benda langit tetapi dia juga mampu memberikan semangat bagi siapapun yang melihatnya. tetiba teringat sepotong kalimat dari seseorang "sekecil apapun cahaya pasti terlihat jika berada di ruangan yang gelap"
seperti bintang, sekecil apapun bintang itu, tetap terlihat jika bintang itu ada di dalam gelapnya malam.

begitulah sedikit pengertianku tentang benda langit yang indah itu :)

bintang selalu berkaitan dengan malam, oleh sebab itu, aku juga menyukai malam, malam bukan hanya sekedar waktu untuk beristirahat saja, tetapi malam juga merupakan waktu dimana kita bisa mencurahkan segala penat yang membersamai ketika kita beraktivitas.

maka aku akan mengartikan sedikit pengertianku tentang bintang itu :

Apakah arti sesungguhnya dari sebuah bintang?
Yang aku tahu, bahwa bintang hanyalah sebuah benda astronomi yang kita tidak pernah mengerti kenapa sebuah batu kecil tak berbentuk dan melayang itu dapat memancarkan kelipan cahaya redup yang menemani kelamnya langit malam.
Memberi sedikit penerangan yang sayup-sayup bagi malam yang sunyi dan suram.
Apakah bintang ada untuk menerangi malam?


Tidak cukup terangkah cahaya bulan selama ini sehingga langit ini membutuhkan hadir sebuah bintang?
Bulan yang indah dan selalu tersenyum cerah memang tidak akan pernah lari dari pandangan mata ini.
Ke manapun kaki ini melangkah, bulan akan selalu menampakkan naungan cahayanya di atas pundak ini. Meringankan semua kegelapan yang di hadapi kesepian diri ini.

Menitikkan secercah harapan untuk hati ini dengan hangatnya pelukan sang bulan.

Tapi.. kenapa bintang selalu bersinar tanpa henti? Bintang tetap bersinar selalu ketika malam menampakkan murkanya. Bintang tetap bersinar dengan segala daya dan upaya mencoba mencari tempat di tengah-tengah dominasi terangnya cahaya bulan. Bintang tetap setia bersinar di malam ketika bulan tidak menampakkan sinarnya.

Inikah arti setia sebuah bintang? Inikah arti terang yang sesungguhnya? Terang yang kontinuitas yang tidak dapat diberikan sebuah bulan yang indah?

dan untukmu sang bintang :

"Bintang, akan kukorbankan seribu cahaya bulan untuk merasakan secercah cahaya hangatmu. yang aku tahu, bintang itu tidak akan pernah pindah ataupun jatuh, karena bintang itu sudah menemukan posisi yang tepat dan sempurna saat ini. kumohon tetaplah menjadi bintang, penerang di kala malam mulai menyapa, membantuku untuk mengeja langkah demi langkah yang terbata karena gelapnya malam"
:))

140913


Jumat, 06 September 2013

aku menamakannya "bahasa air mata"

Bermacam kejadian menyedihkan yang kita alami setiap hari kadang membuat hati ingin mengucapkan bait puisi tentang air mata yang mana tema puisi tentang kesedihan tersebut memang banyak diminati orang. Saat rasa sedih, kecewa, dan sakit hati bercampur menjadi satu maka yang dapat dilakukan terutama oleh seorang wanita hanyalah menangis.

Menangis kadang bagus untuk melepaskan sesak yang memenuhi hati, namun menangis tanpa henti dapat membuat hidup kita menjadi suram oleh rasa sedih yang tak berkesudahan. Apabila kesedihan tersebut tak kunjung reda, maka cobalah untuk curhat kepada sahabat dekat yang sekiranya dapat mendengarkan keluh kesah tanpa membocorkan rahasia kita.

air bening itu bernama air mata. hadirnya selalu bisa dirasakan, sedih, senang,merasakan suka duka, air bening itu bisa saja keluar dengan tiba-tiba. pelupuk mata yang mengabur, mata yang terasa panas, kemudian di sudut mata keluar air bening itu.

merasakan sendiri, ketika tak ada seorangpun yang peduli terhadap kita, walaupun ada satu dua orang. memang hanya Allah sebaik-baik tempat bersandar, ketika diri ini merasa "hadiah" yang Allah berikan bertubi-tubi datangnya, belum selesai satu, sudah datang yang lain.

ketika diri ini merasa butuh sendiri, tetapi batin melawan bahwa sejujurnya pun kita membutuhkan seseorang yang bisa mendengarkan cerita kita, ah, terlalu berlebihan jika aku meminta mendengarkan cerita, hanya melihat kita menangis lebih tepatnya, hanya melihat.

meminta orang lain mendengarkan cerita dan menemani kita, nampaknya itu terlalu egois aku rasa, karena setiap manusia di dunia pasti memiliki masalah bahkan mungkin lebih berat dari kita.

RUMIT. COMPLICATED. CROWDED.

menyendiri di sebuah tempat yang sangat aku sukai sejak aku menginjak sekolah menengah pertama, tempat yang selalu membuat aku nyaman, tempat yang selalu membuat aku kagum akan rumah Allah yang satu ini, tempat yang hanya ada aku dan Allah, BERDUA. hanya berdua. menumpahkan segala rasa rinduku padaNYA, ingin bertemu dengan NYA, bertemu kekasihNYA Muhammad, dan terlalu banyak pintaku padanya.

ketika yang lain sedang sibuk dengan urusan masing-masing, memang hanya ALLAH yang sangat mengerti saat ini. tak perlu melihat kita sedang sedih ataupun senang, bermuram durja atau bahagia.

air mata berurai dengan dahsyatnya, terkadang malu, mengapa aku datang ke tempat ini hanya dalam keadaan sedih, terpukul, kecewa ? mengapa tak disaat aku bahagia, senang, dan merasakan suka ? tertampar oleh pertanyaan aku sendiri.

jika umurku masih panjang, maka jalan yang kuhadapi ini sudah hampir mencapai 3/4 berarti tinggal 1/4 lagi aku menuju mimpi dan anganku yang selama ini belum terwujud, senyuman orang tua, sahabat dan seseorang disana. tetapi diri ini lemah yang terkadang merasa lelah dan ingin rehat sejenak.

entahlah.. mungkin aku menamakan ini "bahasa air mata"

teringat sepenggal ayat cinta :

La takhaf wa laa tahzan innallah ma'ana
inilah yang membuatku kuat sampai detik ini.

Semua makhluk memiliki cara bertasbih kepadamu
Biarkan aku bertasbih padamu... Dengan air mataku
Perut lapar... Malam - malam penuh kecemasan
Pisau dan pedang yang mengancam
Air mata yang tertahan adalah tasbihku kepadamu
Aku tidak ingin menangis... Tapi air mataku inilah tasbihku kepadamu
Aku ingin selalu bertasbih padamu disaat aku menangis
Aku ingin bertasbih saat aku tertawa
Aku ingin terus bertasbih dan bershalawat untuk nabiku "Nabi Muhammad SAW".

060913



Kamis, 29 Agustus 2013

Sekuntum Tulip

Sekuntum Tulip

27 Agustus 2013 pukul 21:24
Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tidaklah seelok Sang Mawar nan berduri..
Tangkaiku tebal dan licin berlilin..
Tak perlu aku memiliki duri yang menyakiti.
Keras di luar tapi cukuplah halus di dalam..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tak semempesona Sang Anggrek,
Yang dapat merayu memanja..
Memperoleh penuh sinar matahari,
Dari ketinggian pohon nan tertumpangi..
Cukuplah aku rendah di atas tanah.
Agar terjangkau dalam telapak nan hangat..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tak seindah Sang Bunga Matahari.
Berbunga majemuk, dan selalu terbuka memandang Sinar Matahari.
Aku hanyalah sekuntum bunga tunggal,
Yang tersipu malu menguncup saat mekar
Melindungi hatiku dari debu dunia luar..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tidaklah selembut Sang Dandelion..
Yang begitu mudah tertiup dan terbawa oleh Angin.
Namun aku cukuplah lemah,
Untuk tetap tergoncang oleh tiupan amarahmu.

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tak sehalus Sang Putri Malu.
Yang tersentuh mengerut dan terluka..
Tak perlu kau takut akan kepekaanku.
Perhatikan langkahmu memperlakukanku,
Dan aku akan selalu terjaga untukmu..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku cukuplah kuat untuk bertahan,
Namun tetaplah rentan akan goresan.
Aku tak terlalu angkuh untuk terengkuh,
Namun tak cukup rendah tuk terinjak.

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Berikanlah aku kepada orang terkasihmu,
Maka dia akan tahu betapa tulus rasa sayangmu..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Dan aku akan senantiasa memaknai hidupmu.

Bunga Tulip di sebelah jentera itu,
bukan tak mampu ku petik dengan lusuh tanganku.
Bahkan hitam rambutmu
mampu kuubah menjadi
mahkota sakura hingga
terbentuk dirimu laksana Anthea.

Jangan menyuruhku untuk menyelami pulau-pulau,jika hanya ingin menumbangkan karangnya. Karena karun benua-benua telah ku simpan di beranda rumahku.

Tingginya telah kuhampiri.
Panjangnya hanya sebuah lingkaran.
Dan setelah ku gali dalamnya sampai kutemukan ujungnya,ternyata hanya udara yang berbeda rupa.


lalu, apa lagi yang ingin kau tanyakan ? inilah alasanku mengapa aku menyukai tulipku..

Minggu, 11 Agustus 2013

MasaLa(Lu) (Arti dari Menghargai Waktu)

"Sekelam dan seburuk apapun masa lalumu, TETAPI masa depanmu itu suci"
that's my favourite quotes :)

mengerti apa yang dimaksud dengan masa lalu ? masa lalu adalah suatu masa yang pernah dialalui oleh masing-masing pribadi baik itu baik ataupun buruk.
dan perlu di ketahui, dari masing-masing kita tidak akan pernah bisa melupakan masa lalu, karena secara sadar kita pernah melakukan masa itu kemudian terekam dalam oatak bawah sadar kita, kemuadian masuk ke dalam hati sehingga hingga beberapa tahun pun ketika kita sudah meninggalkan masa itu, tetapi masih terekam dengan jelas dalam memori kita.
baik itu good track record atatupun bad track record :D hehe

meninggalkan, melupakan, ataupun menghilangkan masa lalu kita itu ya pilihan kita sendiri. bijak mengambil pilihan. hmm..
ada lagi sekutip kalimat
1. "buang atau bakar buku lama, kemudian ganti buku baru"
atau yang biasa orang-orang bilang
2. "Biarlah masa lalu menjadi kenangan kita" :)
and many more..

tetapi apakah dari kita bisa menerima masa lalu sebagai kenangan ? mungkin lebih tepatnya menangisi kebodohan-kebodohan diri karena masa lalu yang pernah kita lakukan. tidak mengapa berhenti sejenak untuk melihat masa lalu, tetapi kemudian kembali berlari untuk menggapai masa depan. ingat,
tidak akan tercapai APA YANG ADA DI DEPAN, jika kita masih saja terkungkung apa YANG ADA DI MASA LALU.



Waktu menggelincirkan dan mengikis kesadaran kita terus menerus.
Waktu memaksa kita merasa bahwa masa kini adalah nyata,
Sedangkan masa lalu dan masa depan adalah maya.

Manusia harus menerima pergolakan waktu
dari masa silam ke masa depan yang mengalir melalui masa sekarang.
Meskipun manusia mampu mempengaruhi masa depan,
Bisakah manusia berkata pasti sesuai dengan rencana
Sementara Rencana Allah lebih Hebat dan Agung dari manusia

Manusia tak punya kekuatan walau segaris untuk mengubah masa lalu,
Hanya orang-orang tidak mempunyai tanggung jawab
yang mengubah sejarah untuk dipaparkan demi kepentingan dirinya sendiri

Sabda Rasul saw. dengan bahasa yang sederhana namun menyimpan kaidah-kaidah yang sarat dengan renungan dan penuh nuansa filosofis tinggi ;

"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka berbuat baiklah kepada tetangganya.
Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hormatilah tamunya.
Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka berkatalah kebajikan dan kebaikan,
Apabila tidak sanggup dan tak mampu lebih baik diam" 
ini hadist terkenal (HR. asy-Syaikhani)

Coba perhatikan hadist tersebut Beliau ini terjadi pengulangan perkataannya
"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir"
Pernahkan kita bertanya kenapa keimanan kepada Rasul, kepada Malaikat, kepada Al-Quran, dan kepada Qada dan Qadar tak disebutkannya?
Kenapa hanya keimanan kepada Allah dan Hari Akhir saja yang disebutkannya?
Hadist ini sanggup untuk menjawab bagaimana menyikapi waktu yang benar.


Allah adalah Zat Yang Abadi,
Yang tak terikat waktu (dahr)
Allah ada sebelum kata ada.
Di sini Allah menunjukkan masa lampau yang berada di luar imaji manusia,
sebagai awal dari segala yang ada,
berada dalam Waktu Mutlak.

Hari Akhir adalah masa nanti yang nantinya di luar pengetahuan manusia.
Hari Akhir adalah masa depan yang hanya Allah yang tahu.

"Mereka bertanya tentang kiamat, kapan terjadinya? Katakanlah, sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada di sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang mengetahui kedatangannya selain Dia. Ia (Kiamat) menjadi beban di langit dan di bumi. Tidaklah kiamat itu datang melainkan secara tiba-tiba (QS. al-A'raf ;187)."


Dengan dua keimanan ini,
Rasul saw bermaksud mengajarkan kita kearifan tentang waktu.
Rasul saw. bermaksud mengatakan bahwa masa lampau sebagai awal dari segala yang ada dan telah ada adalah hak Tuhan,
sudah menjadi milik-Nya.
"Relakan yang terjadi,
takkan kembali,
Ia sudah milik-Nya, bukan milik kita lagi,"
demikian Iwan Fals dalam syair lagu "Hadapi Saja"
Pun masa depan sebagai akhir dari segala yang ada dan yang mesti ada berada dalam ketetapan Tuhan, dalam rencana-Nya.

Yang tersisa sekarang adalah masa sekarang.
Apa yang dimaksud "Masa Sekarang?
Apa yang disebut "Sekarang?
"Sekarang"
Sebenarnya hanya berlaku sepersekian detik, sepersekian sekon, sepersekian dari sekon
Bahkan menjadi tidak ada sama sekali.

Akal manusia kebingungan menentukan apa yang dimaksud "sekarang".
Tak ada jalan keluar yang bisa diberikan akal kecuali din untuk meraih Islam.
Yang diajarkan Nabi saw. untuk mengisi masa sekarang/masa kini dalam hadits di atas adalah mengisi "masa kini" dengan berbuat baik kepada tetangga, menghormati tamu, berkata benar, dan kalau tidak sanggup maka diam saja.

Makna dari ketiga amal saleh diatas menjadi panjang apabila pribadi mengartikan tetangga dan tamu tidak hanya sebatas tetangga kampung, tetapi tetangga dan tamu antarnegara Asia, negara dunia, bahkan kalau ada antarrealitas.

Satu lagi, berkata benar. Inilah tugas terberat buat kita, di dalam hadits ini Rasulullah saw. berkata dengan menggunakan Khair. Semua bencana yang ada di dunia ini adalah hasil dari fatwa-fatwa atau coletah-coletah yang telah membunuh fitrah manusia. "Salamah al-insan bihifzhi al-lisan. Selamatnya manusia adalah dengan menjaga lisan," sabdanya.
Oleh karena itu, kaum Muslimin walmuslimat harus mampu untuk yadu'ila al-Khoir.

Dari pemahamanku,

berarti kita mengerti bahwa kita tak memerlukan sejarah,
kita tak butuh masa lalu sebab itu telah berlalu,
yang hanya bisa kita serahkan kepada Allah,
yang hanya dijadikan pembelajaran bagi hidupnya
dan tak ada yang gagal dalam takdir-Nya.
Tapi, kita harus melewati sejarah dengan kreativitas dan inovatif
menjemput masa depan dengan penuh semangat,
secara sederhana,
menuju yang lebih baik.

Kita harus mengerti masa sekarang,
memenuhinya dengan kerja penuh cinta.
Sebab, apa artinya menyusun masa depan yang sepenuhnya berada di tangan-Nya sementara kita tak punya masa sekarang.
Oleh karena itu, filsafat sebenarnya adalah tabiat dari waktu.
Sekali lagi, tabiat dari waktu untuk terus berkarya, berakhlak dengan akhlaknya

Orang bijak berkata :

"Karya Manusia harus menjadi karya Tuhan
Saya harus memulai pada jiwaku sendiri
dan tidak boleh berakhir pada jiwaku sendiri"

wallahu'alaam..
Ika Kustiarawati, Bumi Allah di sudut Bekasi, 110813


Sabtu, 20 Juli 2013

Hanya Puisi

kau pernah memberiku NIL
dalam rupa yang begitu indah yaitu rupa cinta
dalam bias pelangi

hadir gemerlapkan hari
tetapi yang ingin kujelang adalah...

ingin aku mengapung bersama NIL
mengejar cintamu di sana
di telaga syurga

karena... pernah hidupku
luruh redam
tenggelam dalam badai ketiadaan

LALU...

kau pegang tanganku
kita jalin kekuatan
bersamamu
bersama kita arungi NIL
dalam lembah cinta yang tak bertepi

dalam titian takdir sang Illahi.

mungkin itu adalah sebuah pengharapan, tetapi menurutku itu adalah hal yang wajar..

Senin, 01 Juli 2013

pesan (Trend) #part one

hari ini Ramadhanku ada di pesantren ini. panas yang begitu terik, seakan-akan matahari berada tepat di atas ubun-ubunku. walaupun sudah memakai baju muslim lengkap dengan jilbab, tetap saja rasa-rasanya matahari cinta sekali sama aku, kemanapun aku pergi selalu saja mengikuti. membayangkan setetes air dingin (baru keluar dari lemari es) membasahi kerongkongan, hanya membasahi loh ! semacam numpang lewat begitu. kalau tidak ada air es, es buah, es kelapa juga tidak apa kalau untuk sekedar membasahi kerongkongan . hehe.

"Astaghfirullah, please deh bil, jangan jadi santri yang cengeng dan konyol deh, masa bulan Ramadhan gini bayangin es sih ! " gerutuku dalam hati

hari ini adalah hari Rabu, tepat jadwal piketku. jadi, sistem organisasi, eh salah maksudku sistem kegiatan disini ada yang namanya piket bergilir, setiap santri disini harus wajib menjalankan piket bergilir ini. hmm..
aku memang santri baru disini, jilbab yang aku pakai saja belum sekaliber maksdunya belum selebar teman-teman santri yang lain. pondok pesantren ini khusus untuk perempuan lebih tepatnya muslimah. aku dikirim kesini oleh orang tuaku untuk memperdalam ilmu agama .

"bila, ayah dan bunda akan mengirim kamu ke pesantren di Jawa, biar kamu dekat dengan mbah dan nanti sebelum idul fitri kami akan menyusul kesana" ucap ayah kala itu
"tapi, bila kan udah kuliah yah, pesantren itu kan cuma buat anak-anak yang nakal, bila kan ga nakal" ujarku dengan mata yang nanar
"bila sayang, ayah dan bunda ingin kamu ingin lebih mengenal ALLAH, di bulan yang penuh berkah ini jangan lewatkan kesempatan sekecil apapun" ujar bunda yang aku pikir sangat membela ayah.
"terserah ayah dan bunda saja !"

aku pun bergegas lari masuk ke dalam kamar, melihat baju-bajuku, memang aku belum berjilbab, tapi selama ramadhan aku akan memakai pakaian yang sopan kok. aku juga sholat dan puasa kok. membayangkan kehidupan pesantren yang penuh aturan ini itu, ngaji sepanjang hari, belum lagi aku harus mengurusi kebutuhan aku sendiri, selama ini kan ada mbok iyem yang membantu aku. belum lagi kalau aku di plonco, belum lagiiiiiiiiiiiiiiii...
Ah ! membayangkan saja aku sudah muak !

****
"ya Allah ! uangnya aku lupa bawa, hmm.. kayaknya masih ada di atas lemari deh, " sambil bersungut-sungut meratapi kepikunan aku, aku pun terpaksa memutar balik arah jalanku, "padahal, pasar tinggal dikit lagi tapi aku baru ingat kalau uangku masih ketinggalan"

"nduk cah ayu, enten nopo ? kok koyo'e kesel temenan ?" tanya seorang nenek memakai bahasa jawa yang sama sekali aku tak mengerti
"oh, mbot.. mbott.. mboten nopo-nopo mbah, matur nuwun" jawabku terbata-bata takut salah

membayangkan arah jalan ke arah pesantren, masuk ke dalam pintu gerbang, kemudian luruuuuss terus melewati lapangan, belok kiri, lalu lurus lagi, masuk ke dalam lorong, naik tangga hingga lantai kedua, 1, 2 ,3 4, 5 nah ! itulah kamarku, kamar yang berukuran 4x6 meter. agak besar memang, tetapi di dalam kamar ini ada 7 orang pemirsaah ! ada 7 buah ranjang, 7 makhluk hidup (penghuni kamar) dan barang-barang lain yang tak bisa disebutkan satu per satu.

"Ya Allah, rasanyaa pesantren itu jaraknya kayak dari mekkah ke madinah deh, aku ga sanggup" ucapku
dan 45 menit kemudian! jeng jeng ! aku pun sudah sampai di pesantrenku kemudian masuk ke dalam kamarku, disitu sudah ada Annisa yang kalem menyapaku.
"assalamu'alaikum, huh hah huh hah ! aku...."
"wa'alaikumsalam, kamu lupa bawa uangnya ya bil ? sudah tidak usah balik lagi ya ke pasar, si Rina sudah membeli bumbunya kok, walaupun  bumbu jadi, hehe" jawab Annisa sambil tertawa walaupun tembok saja tidak bisa mendengar ketawanya si Annisa (tembok kan benda mati ya)

seketika aku pun ada benda yang kurang di bawah tempat tidurku, apa itu ? SANDAL JEPIT BERWARNA HIJAU ! tapi ah, nanti saja aku mencarinya.

"iya, masa aku lupa bawa uangnya, jadi udah dibeli sama rina ? alhamdulillah, bagus deh jadi aku bisa ngaso"
belum sempat aku merebahkan tubuhku, ada suara yang menggelegar memamnggil dari dapur
"SALSABILAAA ! TOLONG DONG ULEKIN SAMBELNYA ! YANG LAIN UDAH PADA KERJA NIH, KAMU UDAH PULANG KAN ?" tanya karina kepaku

suara muslimah satu ini memang luar biasa, walaupun sudah ditegur kalau bicara tidak boleh berteriak, tetapi tetap saja dia menjawab dengan jawaban yang sama
"AKU GA TERIAK KOK, BIASA SAJA, SERIUS !" jawabnya
alhasil kami pun tertawa terbahak-bahak. jadi membayangkan kalau karina tersesat di hutan dia gampang dicari, Radarnya kami tinggal mendengar teriakannya saja. hehe

"oke, aku kesana" jawabku sambil berlari menuju dapur.
"eh, kamu tau ga sendal jepit berwarna hijau punya aku? " tanyaku pada elis
"masa ga ada ? coba cari dulu sana, barangkali keselip di mana gitu atau ada yang Goshob" jawab elis
"Aku bete deh kenapa sih peraturan Goshob ga diberlakukan lagi ? semenjak pak kyai Ahmad umroh nih jadi ga ada lagi, kalau ada yang mengGoshob kan bisa dapet Iqob biar jera" tukasku sewot
"iya aku ngerti, walaupun hanya sendal jepit tapi itu termasuk hal yang penting loh kalau di lingkungan pesantren." tambah annisa.

"Bila, mana berasmu ? tinggal sedikit nih beras kita, tinggal buat ifthor doang" ucap Rina
"Oh iya, aku lupa minta kiriman beras sama mbahku yang di Blora, nanti deh aku kesana ya " jawabku

rumah mbahku memang agak lumayan jaraknya dari pesantren ini, kalau naik bis 1 kali turun di perempatan pasar Ngraho trus minta jemput deh sama pak lek aku, perjalanan hampir 4 jam lah menguras jiwa dan raga. hehe
pesantren aku terletak di Jawa Tengah namanya pesantren Sidorejo, sedangkan kampungku di Blora walaupun sama-sama di Jawa Tengah tapi jauhnya minta ampun. kalau aku kesana paling kalau ada keperluan saja misalnya "minta beras dan uang saku" soalnya ayah dan bundaku mentransfer segala keperluan aku lewat ATM pak lek aku.

****

malam ini kami mengkaji shiroh  nabawiyah. setelah ifthor,  sholat maghrib, tilawah, kemudian tarawih kami mengkaji shiroh nabawiyah. kali ini pematerinya adalah Ustadzah Tuti Alawiyah. aku sangat kagum pada sosok ummahat satu ini.

"Rasulullah sangat mencintai puterinya Fatimah, sehingga suatu ketika Rasulullah mendengar kabar bahwa Fatimah akan dimadu oleh Ali bin Abi Thalib, kemudian Rasullah berkata : Siapa saja yang menyakiti Puteriku, maka sama saja dia menyakiti aku" begitulah penggalan shiroh yang ustadzah sampaikan.
jadi memiliki keinginan, bahwa aku tidak ingin dimadu oleh suamiku nantinya, aamiin.

setelah selesai mengikuti kajian shiroh nabawiyah, kami pun bergegas kembali ke kamar, menyetor hafalan, aku masih saja bertengger di surat Al-Bayyinah. sebelum sampai di kamar, di pelataran masjid aku melihat seonggok barang yang aku kenal, ku amati, ku dekati kemudian aku lihat SANDAL JEPITKU ! yes, itu sandal jepitku, karena ada tanda bunga di bagian ujungnya. tanpa ragu aku ambil saja sandalku itu, masalahnya tadi aku ke masjid bertelanjang kaki, karena tidak ada sandal nganggur. aku masukkan ke dalam lemari dan kumasukkan ke dalam kantong plastik

"lam yakunilladzi... lamyakunilladzi na kafaruu, min ahlil kitabi.."
"assalamu'alaikum bila, aku pinjem sendalmu boleh ndak ? mau ke masjid, sendalku mboh nang ngendi" tetiba karina masuk ke kamar tetap saja dengan nada suara 10 oktav. hehe
 "oh iya, boleh kok, ambil aja di lemari ya nanti kamu balikinnya seperti semula ya" jawabku
"matur nuwun yoo"

****

Aku melihat lagi ke lemariku, karena tadi karina sudah mengembalikan sendalku. sesuai dengan keadaan semula
"sip, aman" kataku
kemudian aku pun dengan tenang terlelap memejamkan mata malam ini dan bangun di sepertiga malam kemudian shalat shubuh. ah, betapa damai dan tentramnya jika hidup ini senantiasa selalu mengingat Allah..

maka ingatlah Allah di waktu pagi dan petang hmm.. itu kalau tidak salah penggalan kalam cinta dari Allah.

 ...............................................
keesokan harinya

hah?! ssen.. ssendalku kok ga ada lagi ? ah, pasti ada yang Ghosob nih,mana nanti aku harus ke rumah mbah buat ambil "sangu" sepatu belum kering, masa iya udah kering kan nyucinya aja baru jam 7 sekarang jam jam setengah 8 dan mau berangkat jam 8, haduh, mumet sirahku.
hmm.. celingak celinguk ga ada sendal yang nganggur, sebenernya banyak soalnya satri kan lagi pada di masjid, kebanyakan halaqoh..

dan seketika itu


Sabtu, 29 Juni 2013

Urgensi ILMU dan ke-ILMU-an *nah loh ?*

 assalamu'alaikum wr wb..
bismillahirrohmaanirrohiim.. kali ini saya mau nge post tentang pendidikan, karena memang basic saya dari pendidikan

“Pendidikan itu nyawa bagi suatu bangsa. Jika mahu jangka hayat bangsa panjang, maka peliharalah pendidikan, kuatkan dasarnya. ” -Adi Rumi-

Urgensi belajar itu,, ada pada proses. Bila tingkah laku diri tak mencerminkan supremasi akhlak, maka periksa lagi proses belajar terdahulu:)
Tunggu..tunggu! *lagi mikir nih.. judulnya kenapa gtu?? ilmu dan keilmuan?? hehe..

mengutip sebuah kalimat kiasan “cinta itu dimula pada pandangan pertama” yah,, seperti itu juga sebuah judul.. yang paling pertama dilihat! menentukan apakah si pembaca judul akan melanjutkannya ke isi ataukah tidak?? boleh lah ngasih judul ‘unik bin ajaib’.. hihi

ikhwatifillah...

Para ahli ‘ilmu (ulama-red) menyebutkan bahwa :
“al ‘ilmu nuurun, wal jahlu dhaarrun”
‘ilmu itu cahaya, sedang bodoh itu berbahaya..
dan Abu Darda radhiallahu ‘anhu berkata :
“Laa takuuna ‘aliman hatta takuuna muta’alliman, wa laa takuuna fil ‘ilmi jamilan, hatta takuuna bihi ‘amilan.”
“Tidaklah orang itu menjadi berilmu, jika ia tak bljar dan tidaklah ilmu itu terpuji dan pemiliknya terpuji, sehingga ia mengamalkan ilmunya.”
1. Setiap ‘amal adalah konsekuensi dari ‘ilmu. ALLAH mencaci mereka yang ber’ilmu tapi tak mengamalkan dan orang yang ber’amal tanpa ‘ilmu..
2. Semakna dengan surat ummul kitab: ihdinash-shirathal mustaqim, shirathal ladziina an’amta ‘alaihim, ghoiril MAGHDHUBI ‘alaihim wa la DHOOLLIN
3. maka “al MAGHDHUB” adalah ummul yahud (kaum yahudi), dan “ADH-DHOOLLUN” adalah ummun nashara (kaum Nashrani)
4. Orang yahudi adalah gambaran orang-orang yang memiliki ‘ilmu tapi tak mengamalkannya, dan orang nashara adalah gambaran mereka yang ber’amal tanpa ‘ilmu
5. maka para ‘ulama berkata: “orang yang celaka dari ummat ini adalah mereka yang menyerupai yahudi, yaitu dari ahlul ‘ilmi yang tak mengamalkan ilmu
6. dan ahlu ‘ibadah yang celaka dari ummat ini, yaitu yang menyerupai nashara, ber’amal tanpa ‘ilmu.”
semoga ALLAH menjadikan kita sebagai ummat idealis, yang beribadah dengan ikhlas dan ittiba’ yang didapatkan dari menuntut ilmu.

Seperti inilah pentingnya ilmu dan betapa urgensinya kita menuntut ilmu sebelum beramal.. Ketika mengeluh karena beratnya menjadi penuntut ilmu, ketahuilah bahwa hidup memang seperti itu.. berat dan butuh perjuangan. “rihlatul ‘umry fy kifahun fy kifahin” Perjalanan hidup itu selalu dalam perjuangan! dan selalulah mengingat kemulian dari para penuntut ilmu di mata ALLAH, yang bahkan diberikan janji syahid kepada mereka.

hmm.. begini, mencoba membuat quotes sendiri ya :)

MALAS itu berbeda dengan SABAR!!
Sabar itu pekerjaan orang yang RAJIN berusaha,,
sedangkn malas adalah pekerjaan orang yang sok sabar.. hehe


GANBATTE KUDASSAI ! :)
KEEP HAMASAH ya