Sabtu, 09 November 2013

~ini hanya tentang hati~



Jangan salahkan sastraku yang hanya bagian naluri | salahkanlah kerinduan yang mengubah setiap kata jadi puisi
saat berjumpa diujung lidah mungkin hanya ada diam | namun larik puisi jadi saksi penantian malam
kepada untaian kata kutitipkan sedikit asa | sebab lewat lisan aku tiada kuasa
rasa yang belum pantas diucap biarlah dipendam dalam-dalam | atau adukan saja pada Allah lewat doa diam-diam

Minggu, 20 Oktober 2013

MAAF, untuk menepi sejenak~

ketika malam mulai menyapa dengan ketenangan yang indah, ketika para insan sudah mulai merebahkan badannya, menghilangkan sejenak kelelahan yang membersamai ketika aktivitas, ketika para insan yang justru ada yang memulai dengan kehidupan barunya. entahlah.. begitu banyak ragam yang terjadi ketika bulan justru menampakkan wajahnya.

disini, di bumi ALLAH yang lain, untukku malam adalah tempat untuk berpikir sejenak, merenungi segala yang menjadi pikiran, rasa, serta menguntai kehidupan yang akan datang. begitulah persepsiku tentang malam.

malam = lelah, selalu saja ada kaitannya antara dua kalimat ini, ketika malam menjelang pasti kita beristirahat dari lelahnya kehidupan, kukatakan kehidupan, karena kita masih bernafas. sejatinya, kelelahan itu wajar jika dirasakan, tetapi memang tidak boleh jika selalu saja berlelah lelah. pernah mendengar tentang "berada di titik kejenuhan ?" atau "berada di titik nol" ? perhatikan dan hayatilah keduanya memiliki arti yang sama, yaitu ketika seorang manusia merasakan lelah yang teramat sangat. disitulah seseorang membutuhkan teman untuk bercerita, bukan hanya untuk mendengarkan saja, tetapi juga menemukan solusi yang dirasakannya.

menepi sejenak, rehat sebentar untuk menemukan energi baru, ide baru, mengumpulkan semangat yang baru. bukan untuk menghindar tetapi butuh menepi sejenak. ku katakan sejenak, karena aku pasti akan kembali.

MAAF untuk segala sesuatu yang aku abaikan, aku kecewakan, aku lupakan, bukan.. bukan maksudku untuk menghindar, bukan maksudku untuk tidak bertanggung jawab tetapi ada yang harus aku prioritaskan, ada orang-orang yang lebih membutuhkan aku. jika saja aku AMOEBA, masih ingat AMOEBA ? hewan yang sangat kecil yang dapat membelah diri dan pergi kemanapun dia suka. WALLAHI aku akan lakukan itu.

tetapi, ragaku hanya satu, aku tidak pandai seperti AMOEBA yang dapat membelah diri. MAAF jika pesan kalian terabaikan, karena sungguh, jika otakku di scan dan dibuat karikatur maka banyak sekali semut-semut yang berjalan di dalam otakku.

percayalah, aku telah menyiapkan space di dalam otakku untuk memikirkan kemudian melakukan apa yang harus kulakukan. bukan untuk egois, tetapi aku hanya memposisikan diri di dalam keluarga terlebih dahulu.

mungkin permintaan MAAF ini tidak sebanding dengan apa yang aku lakukan, mungkin pula puisi ini pun tak cukup menggambarkan betapa aku sangat memohon maaf atas apa yang telah aku lakukan.

Ku termenung seakan jiwaku melayang..
Tak tahu dimana perhentian....
Entah apa yang dalam pikiran
Bergemuruh di hatiku membayang

Ku dengar alunan ayat - ayat ...
Hidup hambar terbuang kata demi kata
Yang mengalun sebagai gita...
Mencurah rasa dalam kalimat..

Aku yang tak pernah sadar...
Aku yang tak pernah mengerti...
Setiap hembusan nafasku....
Setiap jengkal langkah hidupku...
Harusnya memiliki jiwa ....
Jiwa yang dapat mewakiliku
Sebagai binatang dalam topeng Manusia..

Ku dengar bisikan angin
Bercerita padaku tentang rindu..
Aku hanyut dan tertegun dalam pilu

Ku dengar bisikan ombak….
Bercerita padaku tentang rembulan
Yang sewindu tak bertemu

Oh Rabbku
Aku lelah melalui malam…..
Aku selalu menangis menunggu pagi…
Menangis yg tiada air mata lagi

Namun akhirnya kusadari..
Bahwa aku tak sedang bermimpi…

Inilah kisahku…
Inilah hidupku..
Inilah jalanku..

Ditengah badai dan topan…
Ku tersenyum menatap senja…
Untuk yang pertama disepanjang hayatku…
Biarlah aku pasrah….
Kepada takdir ilahi ….
Yang kan menuntunku…
Pada keindahan nirwana…

Aku ingin menapaki puncak yang tinggi…
Bernyanyi ditengah savana yang indah nan sunyi…
Hanya deru angin yang menemani…
Mengiringi bait demi bait kuresapi

Rabbku..
Bukan aku yang menyakiti pelangi…
Bukan aku yang membuat langit menangis…

Aku hanya lelah ….
Oleh badai dialam ini…
Aku hanya ingin sendiri meniti sepi…..
Biarlah ragaku menapaki bumi…
Namun jiwaku bermain dengan rimba dan lautan…
Hingga nanti…

Jiwa dan raga ku sakit tak ku pungkiri semua menjadi sulit
Lemah ku rasa diri ini seakan tak mampu melangkah lagi
Semua menatap hina pada diri yang tak bermakna


Aku lelah jika harus seperti ini
Sulit ku bergerak dalam kekang waktu yang tajam
Aku sakit jika harus bernafas akan udara naif yang berhamburan
Lelah ku semakin menjalar kala semua terlihat dalam nyata

Ku ingin ada semangat datang walau sekejap ku rasa
Benarkah tak ada lagi yang perduli pada diri ini?
Berat ku pikir semua ini
Semua seakan menggantung pada tubuh yang lelah ini




Rabu, 09 Oktober 2013

aku memanggilnya dengan sebutan "Bapak"


Menatap terik meniti tangga
Tangan kasar urat terlihat menonjol
Terbakar menghitam kulit ronamu
Muka memerah tahan panas sang surya
Lapar jadi tantangan harinya
Haus jadi teman setianya
Kotor debu jadi hiasan mukanya
Peluh jadi lukisan pakaianya
Harga diri kadang jadi taruhanya
Nanar mata hampa memandang langitnya
Seolah menghentak sang waktu segera beranjak
Menanti saat istirahat rebahkan raga
Mengharap permata sebagai buah tangannya
Terbayang buah hati menanti kedatangannya
Terbayang wajah teduh permaisurinya

Lelah kan jadi indah

Dahaga bagai tersiram air nirwana
Rasa lapar tak terasa memandang tawa buah hatinya
Segelas air tersuguh bagai hidangan surga
Sekilas senyum merayu jiwanya

Bosankah bapak setiap hari begini,
Tidak nduk… asal kamu bahagia,

Capek ya pak ,tidak nduk …asal kamu bisa menikmatinya….
Sampai kapan bapak …
sampai keringat ini jadi permatamu nak
sampai lelah ini berkalang tanah
Sampai dunia dalam gengamanmu nak..

Begitu teduh dalam dekapnya
Begitu nyaman dalam gendongannya
Begitu aman dalam lindungannya
Begitu ikhlas gurat wajahnya…
Sosok itu kini Putih rambutnya
Begitu putih bagai jiwanya
Sosok itu kini keriput kulitnya
Begitu keriput tergurat begitu banyak pengalamannya
Uratnya Telihat bekas keperkasaanya
Walau senja tak berkurang semangatnya
Walau keriput begitu jelas bekas ketampanannya


Bapak ….
Terimakasih bapak…..
Bintang dilangitpun tak cukup ku hadiahkan untukmu
Lautpun tak kan bisa menganti peluhmu
Kasih sayangmu tak mungkin terganti
Iklasmu akan jadi bekalmu..
terimakasih bapak..


Sabtu, 14 September 2013

untuk sang bintang ^^

bismillah..

bintang . salah satu benda langit yang sangat indah menurutku. benda langit yang dapat memancarkan cahayanya sendiri tanpa bantuan atau mengambil sinar matahari. kecil memang, tetapi sangat indah karena dapat berkerlap-kerlip di indahnya malam. kedatangannya selalu ditunggu-tunggu ketika malam tiba. jumlahnya yang milyaran membuat semakin mengagumi ciptaan sang Khalik yang satu ini :)

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).

ah, aku memang sangat menyukai bintang. bagiku bintang bukan hanya sekedar benda langit tetapi dia juga mampu memberikan semangat bagi siapapun yang melihatnya. tetiba teringat sepotong kalimat dari seseorang "sekecil apapun cahaya pasti terlihat jika berada di ruangan yang gelap"
seperti bintang, sekecil apapun bintang itu, tetap terlihat jika bintang itu ada di dalam gelapnya malam.

begitulah sedikit pengertianku tentang benda langit yang indah itu :)

bintang selalu berkaitan dengan malam, oleh sebab itu, aku juga menyukai malam, malam bukan hanya sekedar waktu untuk beristirahat saja, tetapi malam juga merupakan waktu dimana kita bisa mencurahkan segala penat yang membersamai ketika kita beraktivitas.

maka aku akan mengartikan sedikit pengertianku tentang bintang itu :

Apakah arti sesungguhnya dari sebuah bintang?
Yang aku tahu, bahwa bintang hanyalah sebuah benda astronomi yang kita tidak pernah mengerti kenapa sebuah batu kecil tak berbentuk dan melayang itu dapat memancarkan kelipan cahaya redup yang menemani kelamnya langit malam.
Memberi sedikit penerangan yang sayup-sayup bagi malam yang sunyi dan suram.
Apakah bintang ada untuk menerangi malam?


Tidak cukup terangkah cahaya bulan selama ini sehingga langit ini membutuhkan hadir sebuah bintang?
Bulan yang indah dan selalu tersenyum cerah memang tidak akan pernah lari dari pandangan mata ini.
Ke manapun kaki ini melangkah, bulan akan selalu menampakkan naungan cahayanya di atas pundak ini. Meringankan semua kegelapan yang di hadapi kesepian diri ini.

Menitikkan secercah harapan untuk hati ini dengan hangatnya pelukan sang bulan.

Tapi.. kenapa bintang selalu bersinar tanpa henti? Bintang tetap bersinar selalu ketika malam menampakkan murkanya. Bintang tetap bersinar dengan segala daya dan upaya mencoba mencari tempat di tengah-tengah dominasi terangnya cahaya bulan. Bintang tetap setia bersinar di malam ketika bulan tidak menampakkan sinarnya.

Inikah arti setia sebuah bintang? Inikah arti terang yang sesungguhnya? Terang yang kontinuitas yang tidak dapat diberikan sebuah bulan yang indah?

dan untukmu sang bintang :

"Bintang, akan kukorbankan seribu cahaya bulan untuk merasakan secercah cahaya hangatmu. yang aku tahu, bintang itu tidak akan pernah pindah ataupun jatuh, karena bintang itu sudah menemukan posisi yang tepat dan sempurna saat ini. kumohon tetaplah menjadi bintang, penerang di kala malam mulai menyapa, membantuku untuk mengeja langkah demi langkah yang terbata karena gelapnya malam"
:))

140913


Jumat, 06 September 2013

aku menamakannya "bahasa air mata"

Bermacam kejadian menyedihkan yang kita alami setiap hari kadang membuat hati ingin mengucapkan bait puisi tentang air mata yang mana tema puisi tentang kesedihan tersebut memang banyak diminati orang. Saat rasa sedih, kecewa, dan sakit hati bercampur menjadi satu maka yang dapat dilakukan terutama oleh seorang wanita hanyalah menangis.

Menangis kadang bagus untuk melepaskan sesak yang memenuhi hati, namun menangis tanpa henti dapat membuat hidup kita menjadi suram oleh rasa sedih yang tak berkesudahan. Apabila kesedihan tersebut tak kunjung reda, maka cobalah untuk curhat kepada sahabat dekat yang sekiranya dapat mendengarkan keluh kesah tanpa membocorkan rahasia kita.

air bening itu bernama air mata. hadirnya selalu bisa dirasakan, sedih, senang,merasakan suka duka, air bening itu bisa saja keluar dengan tiba-tiba. pelupuk mata yang mengabur, mata yang terasa panas, kemudian di sudut mata keluar air bening itu.

merasakan sendiri, ketika tak ada seorangpun yang peduli terhadap kita, walaupun ada satu dua orang. memang hanya Allah sebaik-baik tempat bersandar, ketika diri ini merasa "hadiah" yang Allah berikan bertubi-tubi datangnya, belum selesai satu, sudah datang yang lain.

ketika diri ini merasa butuh sendiri, tetapi batin melawan bahwa sejujurnya pun kita membutuhkan seseorang yang bisa mendengarkan cerita kita, ah, terlalu berlebihan jika aku meminta mendengarkan cerita, hanya melihat kita menangis lebih tepatnya, hanya melihat.

meminta orang lain mendengarkan cerita dan menemani kita, nampaknya itu terlalu egois aku rasa, karena setiap manusia di dunia pasti memiliki masalah bahkan mungkin lebih berat dari kita.

RUMIT. COMPLICATED. CROWDED.

menyendiri di sebuah tempat yang sangat aku sukai sejak aku menginjak sekolah menengah pertama, tempat yang selalu membuat aku nyaman, tempat yang selalu membuat aku kagum akan rumah Allah yang satu ini, tempat yang hanya ada aku dan Allah, BERDUA. hanya berdua. menumpahkan segala rasa rinduku padaNYA, ingin bertemu dengan NYA, bertemu kekasihNYA Muhammad, dan terlalu banyak pintaku padanya.

ketika yang lain sedang sibuk dengan urusan masing-masing, memang hanya ALLAH yang sangat mengerti saat ini. tak perlu melihat kita sedang sedih ataupun senang, bermuram durja atau bahagia.

air mata berurai dengan dahsyatnya, terkadang malu, mengapa aku datang ke tempat ini hanya dalam keadaan sedih, terpukul, kecewa ? mengapa tak disaat aku bahagia, senang, dan merasakan suka ? tertampar oleh pertanyaan aku sendiri.

jika umurku masih panjang, maka jalan yang kuhadapi ini sudah hampir mencapai 3/4 berarti tinggal 1/4 lagi aku menuju mimpi dan anganku yang selama ini belum terwujud, senyuman orang tua, sahabat dan seseorang disana. tetapi diri ini lemah yang terkadang merasa lelah dan ingin rehat sejenak.

entahlah.. mungkin aku menamakan ini "bahasa air mata"

teringat sepenggal ayat cinta :

La takhaf wa laa tahzan innallah ma'ana
inilah yang membuatku kuat sampai detik ini.

Semua makhluk memiliki cara bertasbih kepadamu
Biarkan aku bertasbih padamu... Dengan air mataku
Perut lapar... Malam - malam penuh kecemasan
Pisau dan pedang yang mengancam
Air mata yang tertahan adalah tasbihku kepadamu
Aku tidak ingin menangis... Tapi air mataku inilah tasbihku kepadamu
Aku ingin selalu bertasbih padamu disaat aku menangis
Aku ingin bertasbih saat aku tertawa
Aku ingin terus bertasbih dan bershalawat untuk nabiku "Nabi Muhammad SAW".

060913



Kamis, 29 Agustus 2013

Sekuntum Tulip

Sekuntum Tulip

27 Agustus 2013 pukul 21:24
Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tidaklah seelok Sang Mawar nan berduri..
Tangkaiku tebal dan licin berlilin..
Tak perlu aku memiliki duri yang menyakiti.
Keras di luar tapi cukuplah halus di dalam..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tak semempesona Sang Anggrek,
Yang dapat merayu memanja..
Memperoleh penuh sinar matahari,
Dari ketinggian pohon nan tertumpangi..
Cukuplah aku rendah di atas tanah.
Agar terjangkau dalam telapak nan hangat..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tak seindah Sang Bunga Matahari.
Berbunga majemuk, dan selalu terbuka memandang Sinar Matahari.
Aku hanyalah sekuntum bunga tunggal,
Yang tersipu malu menguncup saat mekar
Melindungi hatiku dari debu dunia luar..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tidaklah selembut Sang Dandelion..
Yang begitu mudah tertiup dan terbawa oleh Angin.
Namun aku cukuplah lemah,
Untuk tetap tergoncang oleh tiupan amarahmu.

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku tak sehalus Sang Putri Malu.
Yang tersentuh mengerut dan terluka..
Tak perlu kau takut akan kepekaanku.
Perhatikan langkahmu memperlakukanku,
Dan aku akan selalu terjaga untukmu..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Aku cukuplah kuat untuk bertahan,
Namun tetaplah rentan akan goresan.
Aku tak terlalu angkuh untuk terengkuh,
Namun tak cukup rendah tuk terinjak.

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Berikanlah aku kepada orang terkasihmu,
Maka dia akan tahu betapa tulus rasa sayangmu..

Aku adalah setangkai Bunga Tulip.
Dan aku akan senantiasa memaknai hidupmu.

Bunga Tulip di sebelah jentera itu,
bukan tak mampu ku petik dengan lusuh tanganku.
Bahkan hitam rambutmu
mampu kuubah menjadi
mahkota sakura hingga
terbentuk dirimu laksana Anthea.

Jangan menyuruhku untuk menyelami pulau-pulau,jika hanya ingin menumbangkan karangnya. Karena karun benua-benua telah ku simpan di beranda rumahku.

Tingginya telah kuhampiri.
Panjangnya hanya sebuah lingkaran.
Dan setelah ku gali dalamnya sampai kutemukan ujungnya,ternyata hanya udara yang berbeda rupa.


lalu, apa lagi yang ingin kau tanyakan ? inilah alasanku mengapa aku menyukai tulipku..

Minggu, 11 Agustus 2013

MasaLa(Lu) (Arti dari Menghargai Waktu)

"Sekelam dan seburuk apapun masa lalumu, TETAPI masa depanmu itu suci"
that's my favourite quotes :)

mengerti apa yang dimaksud dengan masa lalu ? masa lalu adalah suatu masa yang pernah dialalui oleh masing-masing pribadi baik itu baik ataupun buruk.
dan perlu di ketahui, dari masing-masing kita tidak akan pernah bisa melupakan masa lalu, karena secara sadar kita pernah melakukan masa itu kemudian terekam dalam oatak bawah sadar kita, kemuadian masuk ke dalam hati sehingga hingga beberapa tahun pun ketika kita sudah meninggalkan masa itu, tetapi masih terekam dengan jelas dalam memori kita.
baik itu good track record atatupun bad track record :D hehe

meninggalkan, melupakan, ataupun menghilangkan masa lalu kita itu ya pilihan kita sendiri. bijak mengambil pilihan. hmm..
ada lagi sekutip kalimat
1. "buang atau bakar buku lama, kemudian ganti buku baru"
atau yang biasa orang-orang bilang
2. "Biarlah masa lalu menjadi kenangan kita" :)
and many more..

tetapi apakah dari kita bisa menerima masa lalu sebagai kenangan ? mungkin lebih tepatnya menangisi kebodohan-kebodohan diri karena masa lalu yang pernah kita lakukan. tidak mengapa berhenti sejenak untuk melihat masa lalu, tetapi kemudian kembali berlari untuk menggapai masa depan. ingat,
tidak akan tercapai APA YANG ADA DI DEPAN, jika kita masih saja terkungkung apa YANG ADA DI MASA LALU.



Waktu menggelincirkan dan mengikis kesadaran kita terus menerus.
Waktu memaksa kita merasa bahwa masa kini adalah nyata,
Sedangkan masa lalu dan masa depan adalah maya.

Manusia harus menerima pergolakan waktu
dari masa silam ke masa depan yang mengalir melalui masa sekarang.
Meskipun manusia mampu mempengaruhi masa depan,
Bisakah manusia berkata pasti sesuai dengan rencana
Sementara Rencana Allah lebih Hebat dan Agung dari manusia

Manusia tak punya kekuatan walau segaris untuk mengubah masa lalu,
Hanya orang-orang tidak mempunyai tanggung jawab
yang mengubah sejarah untuk dipaparkan demi kepentingan dirinya sendiri

Sabda Rasul saw. dengan bahasa yang sederhana namun menyimpan kaidah-kaidah yang sarat dengan renungan dan penuh nuansa filosofis tinggi ;

"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka berbuat baiklah kepada tetangganya.
Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hormatilah tamunya.
Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka berkatalah kebajikan dan kebaikan,
Apabila tidak sanggup dan tak mampu lebih baik diam" 
ini hadist terkenal (HR. asy-Syaikhani)

Coba perhatikan hadist tersebut Beliau ini terjadi pengulangan perkataannya
"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir"
Pernahkan kita bertanya kenapa keimanan kepada Rasul, kepada Malaikat, kepada Al-Quran, dan kepada Qada dan Qadar tak disebutkannya?
Kenapa hanya keimanan kepada Allah dan Hari Akhir saja yang disebutkannya?
Hadist ini sanggup untuk menjawab bagaimana menyikapi waktu yang benar.


Allah adalah Zat Yang Abadi,
Yang tak terikat waktu (dahr)
Allah ada sebelum kata ada.
Di sini Allah menunjukkan masa lampau yang berada di luar imaji manusia,
sebagai awal dari segala yang ada,
berada dalam Waktu Mutlak.

Hari Akhir adalah masa nanti yang nantinya di luar pengetahuan manusia.
Hari Akhir adalah masa depan yang hanya Allah yang tahu.

"Mereka bertanya tentang kiamat, kapan terjadinya? Katakanlah, sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada di sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang mengetahui kedatangannya selain Dia. Ia (Kiamat) menjadi beban di langit dan di bumi. Tidaklah kiamat itu datang melainkan secara tiba-tiba (QS. al-A'raf ;187)."


Dengan dua keimanan ini,
Rasul saw bermaksud mengajarkan kita kearifan tentang waktu.
Rasul saw. bermaksud mengatakan bahwa masa lampau sebagai awal dari segala yang ada dan telah ada adalah hak Tuhan,
sudah menjadi milik-Nya.
"Relakan yang terjadi,
takkan kembali,
Ia sudah milik-Nya, bukan milik kita lagi,"
demikian Iwan Fals dalam syair lagu "Hadapi Saja"
Pun masa depan sebagai akhir dari segala yang ada dan yang mesti ada berada dalam ketetapan Tuhan, dalam rencana-Nya.

Yang tersisa sekarang adalah masa sekarang.
Apa yang dimaksud "Masa Sekarang?
Apa yang disebut "Sekarang?
"Sekarang"
Sebenarnya hanya berlaku sepersekian detik, sepersekian sekon, sepersekian dari sekon
Bahkan menjadi tidak ada sama sekali.

Akal manusia kebingungan menentukan apa yang dimaksud "sekarang".
Tak ada jalan keluar yang bisa diberikan akal kecuali din untuk meraih Islam.
Yang diajarkan Nabi saw. untuk mengisi masa sekarang/masa kini dalam hadits di atas adalah mengisi "masa kini" dengan berbuat baik kepada tetangga, menghormati tamu, berkata benar, dan kalau tidak sanggup maka diam saja.

Makna dari ketiga amal saleh diatas menjadi panjang apabila pribadi mengartikan tetangga dan tamu tidak hanya sebatas tetangga kampung, tetapi tetangga dan tamu antarnegara Asia, negara dunia, bahkan kalau ada antarrealitas.

Satu lagi, berkata benar. Inilah tugas terberat buat kita, di dalam hadits ini Rasulullah saw. berkata dengan menggunakan Khair. Semua bencana yang ada di dunia ini adalah hasil dari fatwa-fatwa atau coletah-coletah yang telah membunuh fitrah manusia. "Salamah al-insan bihifzhi al-lisan. Selamatnya manusia adalah dengan menjaga lisan," sabdanya.
Oleh karena itu, kaum Muslimin walmuslimat harus mampu untuk yadu'ila al-Khoir.

Dari pemahamanku,

berarti kita mengerti bahwa kita tak memerlukan sejarah,
kita tak butuh masa lalu sebab itu telah berlalu,
yang hanya bisa kita serahkan kepada Allah,
yang hanya dijadikan pembelajaran bagi hidupnya
dan tak ada yang gagal dalam takdir-Nya.
Tapi, kita harus melewati sejarah dengan kreativitas dan inovatif
menjemput masa depan dengan penuh semangat,
secara sederhana,
menuju yang lebih baik.

Kita harus mengerti masa sekarang,
memenuhinya dengan kerja penuh cinta.
Sebab, apa artinya menyusun masa depan yang sepenuhnya berada di tangan-Nya sementara kita tak punya masa sekarang.
Oleh karena itu, filsafat sebenarnya adalah tabiat dari waktu.
Sekali lagi, tabiat dari waktu untuk terus berkarya, berakhlak dengan akhlaknya

Orang bijak berkata :

"Karya Manusia harus menjadi karya Tuhan
Saya harus memulai pada jiwaku sendiri
dan tidak boleh berakhir pada jiwaku sendiri"

wallahu'alaam..
Ika Kustiarawati, Bumi Allah di sudut Bekasi, 110813